NAMA                : PRAMUDIPTA ZAHRIYANI

NRP                    : F44100001

LASKAR            : 30

Awalnya saya tidak tertarik dengan Institut Pertanian Bogor, karena identik dengan pertanian. Selain itu, Institut Pertanian Bogor bukanlah universitas yang menjadi tujuan favorit angkatan saya di SMA. Namun saya diyakinkan oleh keluarga untuk memilih IPB. Ternyata salah seorang anggota keluarga saya merupakan lulusan IPB dan beliau sekarang menjadi orang sukses. Beliau meyakinkan saya bahwa di IPB saya dapat meraih cita – cita yang saya inginkan apabila saya bersungguh sungguh. Beliau memaparkan usahanya selama menjadi mahasiswa IPB sampai akhirnya mendapat beasiswa dari IPB kemudian dibiayai kuliah strata-2 nya di Australia. penuturan beliau membuat saya terinspirasi.   saya mencari informasi di internet, saya menemukan bahwa Institut Pertanian bogor memiliki banyak prestasi dan tidak kalah dengan universitas – universitas lain yang ada di Indonesia.

Akhirnya, pada saat PMDK IPB datang ke sekolah, saya dan tiga puluh teman yang lain mencobanya. Namun kendala baru muncul karena ada beberapa orang yang memilih minat jurusan yang sama, padahal itu dapat memperkecil peluang kami untuk masuk ke Institut pertanian Bogor. Setelah diskusi dan sharing selama beberapa hari akhirnya kami berhasil memperoleh keputusan final tanpa merugikan satupun pihak.

Selanjutnya kami juga dihadapkan oleh permasalahan berkas – berkas yang harus dilampirkan. Karena tinggal di asrama, kami kesulitan untuk mengumpulkan persyaratan yang dibutuhkan. Bahkan saya harus bolak balik pulang ke rumah untuk melengkapi berkas.

Tetapi semua itu terbayar lunas ketika pengumuman siswa yang diterima di institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah usaya saya tidak sia- sia. Saya berhasil diterima sebagai mahasiswa IPB.

NAMA                : PRAMUDIPTA ZAHRIYANI

NRP                    : F44100001

LASKAR            : 30

Sejarah besar yang mengubah hidupnya diawali pada tanggal 19 juni 1971 saat beliau berusia 28 tahun. Pada saat itu penampilannya masih sempurna tanpa cacat fisik apapun. Ia sedang mengendarai sepeda motor barunya untuk menuju tempat kerjanya sebagai operator rem kereta kabel di San Fransisco.

Pada persimpangan Twenty-sixth dengan South Van Nees, ketika menikung dengan kecepatan 65 mil perjam, Truk besar di depannya mendadak berhenti tanpa diduga. Seketika, untuk menyelamatkan nyawanya, ia memiringkan motornya ke bawah untuk meluncur dengan gesekan menyakitkan yang terasa lama sekali. Dalam usahanya mengurangi kecepatan, ia terperosok ke bawah truk. Tutup tangkinya terlempar dan hal terburuk pun terjadi; bahan bakar mengalir ke luar dan meledak. Akhirnya ia ditolong oleh seorang pengendara mobil yang kebetulan lewat.

Waktu ia sadar kembali, ia sudah terbaring di rumah sakit dengan nyeri yang amat sangat, tak mampu bergerak, dan takut bernapas. Tiga perempat tubuhnya mengalami luka bakar tingkat tiga yang sangat parah. Selama empat bulan berikutnya, ia mendapatkan 13 kali transfusi, 16 kali cangkok kulit, dan berbagai macam operasi lainnya.

Setelah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, banyak orang yang mengejek penampilannya. ia masih mendapatkan kasih dan penghiburan dari sahabat-sahabat dan keluarganya, dan dari falsafah pribadinya. Ia tahu bahwa ia tidak usah menanggapi pandangan masyarakat bahwa ia harus berwajah tampan dan sehat supaya dapat berbahagia. Daripada menganggap keadaan ini sebagai suatu kemunduran, ia melihatnya sebagai titik awal. Ia memilih untuk memulai hidup lagi.

Dalam waktu enam bulan setelah kecelakaan itu, ia sudah meneruskan hobinya, menerbangkan pesawat. Ia pindah ke Colorado dan bersama dua orang sahabatnya, mendirikan Vermon Casting Inc. Sebagai presdir, ia membangun perusahaan kecil pembuat tungku kayu yang menjadi perusahaan dengan jumlah pekerja kedua terbesar di Vermont. Kekayaannya meningkat sampai hampir 3 juta dolar. Ia memiliki sebuah rumah model di Victoria yang menyenangkan, pesawat terbang sendiri, perusahaan real estat, sebuah bar, dan dikagumi banyak wanita. Ia berada di puncak dunia sekali lagi.

Pada 11 November 1975, cobaan kembali datang menghampirinya. W.Mitchell bersama empat orang penumpang lain tinggal landas dengan Cessna. Kurang lebih 75 kaki di atas, ia mengurangi tenaga, dan pesawat tersebut jatuh bagai sebuah batu, kembali ke landasan pacunya. Ia mencium bau asap dan berteriak kepada orang-orang lain agar keluar. Karena dilanda rasa takut akan terbakar sekali lagi, ia keluar, dan menemukan bahwa ia tidak dapat menggerakkan kakinya. Sekali lagi ia masuk rumah sakit dan diberitahu bahwa keduabelas ruas tulang belakangnya tak dapat diperbaiki lagi. Ia akan lumpuh selama sisa hidupnya. Meski ia adalah seorang optimis, ia mulai mengalami saat-saat gelap. Ia bertanya-tanya mengapa  semuanya harus terjadi padanya. Ia menanyakan keadilan dunia. Tapi untunglah ia masih mempunyai keyakinan mendalam bahwa ia dapat menciptakan realitanya sendiri dengan memusatkan perhatian pada “apa saja yang dapat dilakukannya”, dan bukannya pada “apa saja yang tidak dapat dilakukannya”.

Ia juga masih mempunyai sahabat-sahabat dan keluarga yang mempercayainya. Ia memilih mengikuti nasihat filsuf Jerman Goethe: “Apapun yang dapat Anda kerjakan, atau Anda mimpikan dapat Anda kerjakan, mulailah itu. Keberanian memiliki kecerdikan, kekuatan, dan keajaiban di dalamnya.” Sebelum kecelakaan, ada puluhan ribu hal yang dapat dikerjakannya. Ia dapat saja menghabiskan sisa hidupnya untuk menyesali sepuluh ribu yang tidak dapat dikerjakannya lagi, tapi sebagai gantinya ia memilih untuk memusatkan perhatian pada sembilan ribu hal yang masih tersisa baginya. Setelah kejadian itu, ia menjadi walikota di tempat tinggalnya selama dua kali masa bakti, mendapatkan pengakuan internasional sebagai aktivis lingkungan, dan mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Ia bekerja sebagai anggota sejumlah dewan direksi, moderator serial siaran televisinya sendiri, dan memberi ceramah profesional kepada ratusan kelompok setiap tahunnya tentang sikap, layanan, dan perubahan.

Dalam ceramah-ceramahnya ia selalu berkata, “Mundurlah, ambillah pandangan yang lebih luas. Anda akan mempunyai peluang untuk menyadari barangkali masalahnya akhirnya bukanlah apa-apa.” Ia selalu mengingatkan pada orang lain bahwa yang penting bukanlah apa yang terjadi pada mereka, melainkan apa yang mereka lakukan terhadap peristiwa itu. Itulah yang paling penting.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam Indonesia (LIPI), Suharsono, di Jakarta, Senin (19/4/2010), memperkenalkan 11 nama spesies biota laut baru yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kepala Burung Papua Barat. Berikut ini adalah kesebelas spesies baru tersebut :

1. Hemiscyllium Galei

http://www.ubb.ac.id/foto/berita/170608/ikanpapua.jpg

Disebut juga hiu berjalan yang tampak seperti hiu kecil dengan warna bentol-bentol seperti tokek yang berjalan di dasar lautan. Ikan tersebut ditemukan oleh peneliti Australia, Allen dan Unmack pada 2008 dan namanya diambil dari nama Jeffrey Gale.

2. Hemiscyllium Henryi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a0/Carpetshark.jpg/240px-Carpetshark.jpg

Sejenis hiu berjalan yang mirip dengan Hemiscyllium galei namun berbeda bentuk corak dan warnanya dengan H.galei. Hiu berjalan tersebut ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Wolcott Henry.

3. Melanotaenia Synergos

http://members.optusnet.com.au/rainbowfishes/M_synergos_GS.jpg

Ditemukan oleh Allen dan Unmarck pada 2008 yang namanya diambil dari nama Synergos Institute.

4. Corythoichthys Benedetto

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/42/PipeFish.jpg/300px-PipeFish.jpg

Sejenis kuda laut yang tampak seperti buaya yang sangat ramping. Ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama mantan perdana menteri Italia, Benedetto Craxi.

5. Pterois Andover

Sejenis pterois berwarna merah yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Sindhuchajana Sulistyo.

6. Pseudanthias Charlenae

Ikan kecil berwarna merah muda cerah yang namanya diambil dari nama Pangeran Monaco, Albert II.

7. Pictichromus Caitlinae

Sejenis ikan kecil berwarna cerah yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Caitlin Elizabeth Samuel, sebagai hadiah ulang tahun Caitlin dari orangtuanya, Kim Samuel Johnson.

8. Pseudochromus Jace

Ikan kecil unik yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya merupakan singkatan dari nama Jonathan, Alex, Charlie, dan Emily, yang merupakan keempat anak Lisa dan Michael Anderson.

9. Chrysiptera Giti

http://3.bp.blogspot.com/_bptmrp6Y_vc/SDtVJjV7XSI/AAAAAAAAAaY/OJkXxOSUTRE/s400/Chrysiptera%2Bgiti.jpg

Ikan kecil yang tampak berduri ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama perusahaan yang dimiliki Enki Tan dan Cherie Nursalim, yakni perusahaan GITI.

10. Paracheilinus Nursalim

Ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Sjamsul dan Itjih Nursalim.

11. Pterocaesio Monikae

Diambil dari nama Lady Monica Bacardi.

Kesebelas nama spesies tersebut diberikan oleh para pemenang lelang dalam pelelangan “Blue Auction” yang digelar di Monaco. Disampaikan Suharsono, hasil lelang tersebut akan digunakan untuk memajukan ilmu penamaan spesies atau taksonomi di Indonesia. Penemuan spesies baru tersebut merupakan kerjasama LIPI dengan Conservation Internasional.

Sumber :
sains.kompas.com

Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris.

Stonehenge sendiri terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.

Terdapat perdebatan mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500-2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembangunan monumen Stonehenge yang lebih, awal sekitar 3100 SM.

Walaupun seusia dengan ( henges ) zaman Neolithikum yang menye rupai Stonehenge, Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.

Di dalam 30 lingkaran batu besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar juga.Tapi pada saat ini keba nyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis dan jatuh.

Prasejarah

Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950), Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun silam, pembangunannya sendiri dibagi menjadi beberapa fase (I,II,IIIa,IIIb, dan IIIc). Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge, menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari peng angkutan batunya sendiri sampai tahap pengukiran pada setiap batunya.

Penemuan diketahui adanya ukiran disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Jika deng an mata telanjang tidak akan terlihat. Tentunya dengan ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada bebatuan, setidaknya bisa memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa lalu.

Kompleks Stonehenge dibangun dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari abad ke-7 M.

Stonehenge I

Monumen pertama terdiri dari lingkaran tebing bulat dan parit berukuran 115 meter (320 kaki) diameter dan dengan satu pintu masuk di bagian timur laut. Fase ini adalah sekitar 3100 SM. Di bagian luar kawasan lingkaran terdapat 59 lubang, dikenal sebagai lubang Aubrey untuk memperingati Jhon Aubrey, arkeolog abad ketujuh belas yang merupakan orang pertama yang mengetahui lubang-lubang tersebut.

Dua puluh lima dari lubang Aubrey diketahui mempunyai perkebumian abu pada dua abad setelah berdirinya Stonehenge. Tiga puluh abu mayat diletakkan di dalam parit kawasan lingkaran dan bagian lain dalam kawasan Stonehenge. Tembikar Neolitikum akhir telah ditemukan bersama-sama ini memberikan bukti tanggal. Sebuah batu tunggal monolit besar yang tidak dilicinkan dikenal sebagai �Batu Tumit� ( Heel Stone ) terletak di luar pintu masuk.

Stonehenge II

Bukti fase kedua tidak lagi kelihatan. Bagaimanapun bukti dari beberapa lubang tiang dari waktu masa ini membuktikan terdapatnya beberapa bangunan kayu yang dibangun dalam kawasan lingkaran sekitar awal milenium ketiga SM. Beberapa kesan papan yang didapati dile takkan pada pintu masuk. Fase ini sama dengan tempat Woodhenge yang terletak berdekatan.

Stonehenge IIIa

Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, dua lengkungan bulan sabit dibuat dari lubang (dikenal sebagai lubang Q dan R) yang digali di tengah-teng ah lokasi. Lubang tersebut mengandung 80 batu biru tegak yang dibawa dari bukit Preseli, 250 batu di Wales. Batu-batu tersebut dibentuk menjadi tiang dengan teliti, kebanyakan terdiri dari batu jenis dolerite bertanda tetapi juga termasuk contoh batu rhyolite, tufa gunung berapi, dan myolite seberat 4 ton.

Pintu masuk dilebarkan pada masa ini menjadikannya selaras dengan arah matahari naik pertengahan musim panas dan matahari terbenam pertengahan musim semi masa tersebut. Monumen tersebut ditinggalkan tanpa disiapkan, sementara batu biru kelihatannya di pindah dan lubang Q dan R ditutup. Ini kemungkinan dilakukan pada masa fase Stonehenge IIIb.

Monumen ini kelihatannya melebihi tempat di Avebury dari segi kepentingannya pada akhir masa ini dan Amesbury Archer, ditemukan pada tahun 2002 tiga batu ke selatan, membayangkan bagaimana Stonehenge kelihatan pada masa ini. Stonehenge IIIa dikatakan diba ngun oleh orang Beaker

Stonehenge IIIb

Pada aktivitas fase berikutnya pada akhir milenium ketiga 74 SM mendapati batu Sarsen yang besar dibawa dari kueri 20 batu di utara di lokasi Marlborough Downs. Batu-batu tersebut dikemaskan dan dibentuk dengan sambungan pasak dan ruas sebelum 30 didirikan membentuk bulatan tiang batu berukuran 30 meter diameter dengan 29 atap batu ( lintel ) di atas. Setiap bongkah batu seberat 25 ton dan jelas dibentuk dengan tujuan membuat kagum.

Batu orthostat lebar sedikit di bagian atas agar memberikan gambaran ia kelihatan lurus dari bawah ke atas sementara batu alang melengkung sedikit untuk menyambung gambaran bundar monumen lebih awal.

Di dalam bulatan ini terletak lima trili thon batu sarsen diproses dan disusun dalam bentuk ladam. Batu besar ini, sepuluh menegak dan lima batu alang, dengan berat masing-masing hingga 50 ton yang disambungkan dengan sambungan rumit. Ukiran pisau belati dan kepala kapak terdapat di sarsen.

Dalam masa ini, jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak selaras yang berparit di tengahnya. Terakhir dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk yang kini hanya tinggal satu, Batu Penyembelihan ( Slaughter Stone ) 4,9 meter (16 kaki) panjang. Hal ini dipercayai hasil kerja kebudayaan Wessex Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.

Stonehenge IIIc

Selepasnya pada Zaman Perunggu, batu biru kelihatannya telah ditegakkan semula, dalam bulatan antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk ladam di tengah, mengikuti tata layout sarsen. Walaupun ia kelihatannya satu fase kerja yang menakjubkan, pembangunan Stonehenge IIIc dibangun kurang teliti berbanding Stonehenge IIIb, batu biru yang ditegakkan kelihatannya mempunyai pondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang.

Salah satu dari batu yang tumbang telah diberi nama yang kurang tepat sebagai Batu Penyembahan ( Altar Stone ). Dua bulatan lubang juga digali di luar bulatan batu yang dikenal sebagai lubang Y dan Z. Lubang-lubang ini tidak pernah diisi dengan batu dan pembangunan lokasi peringatan ini kelihatannya terbiarkan sekitar 1500 SM.

Stonehenge IV

Sekitar 1100 SM, jalan raya Avenue disambung sejauh lebih dari dua batu sampai ke Sungai Avon walaupun tidak jelas siapakah yang terlibat dalam kerja pembangunan tambahan ini.

Teori mengenai Stonehenge

Penelitian serius pertama dilakukan sekitar 1740 oleh William Stukeley. Stukeley keliru menyatakan bahwa lokasi ini dibangun oleh Druid, tetapi sumbangannya yang terpenting adalah mengambil gambar yang terukur mengenai lokasi Stonehenge yang membenarkan analisis yang lebih tepat tentang bentuk dan kepentingannya. Yang menunjukkan bahwa henge dan batunya disusun dalam bentuk tertentu yang mempunyai kepentingan astronomi.

Gerald Hawkins, Seorang Profesor Astronomi. Juga mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Munurutnya, peletakkan setiap batu pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan tersebut.

Menurutnya, �Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu, maka anda pasti dapat menyimpulkan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu�. Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.

Pada setiap batu tegak, merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari, sehingga sangat akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi. Sungguh hebat orang-orang zaman itu.

Bagaimana batu biru diangkut dari Wales telah banyak dibincangkan dan berdasarkan penelitian bahwa ia mungkin merupakan sebagian dari batu peringatan lebih awal di Pembrokeshire dan dibawa ke Dataran Salisbury ( Salisbury Plain ). Banyak arkeolog percaya bahwa Stonehenge merupakan percobaan mengekalkan dalam bentuk batu, bangunan papan yang bertaburan di Dataran Salisbury seperti Tembok Durrington.

Monumen ini diselaraskan timur laut – barat daya dan keutamaan diletakkan oleh pembangunnya pada titik balik matahari dan equinox sebagai contohnya, pada pertengahan pagi musim panas, matahari muncul tepat di puncak batu tumit ( Heel stone ), dan cahaya pertama matahari ke tengah Stonehenge antara dua susunan batu berbentuk ladam.

Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Matahari timbul pada arah berlainan pada permukaan geografi tempat berlainan. Untuk penyelarasan itu tepat, ia mesti diperkirakan tepat untuk garis lintang Stonehenge pada 51� 11�. Penyelarasan ini, tentunya dasar bagi reka dan bentuk dan tempat bagi Stonehenge. AlexanderThom berpendapat bahawa lokasi tersebut diatur menurut ukuran yar megalitikum.

Maka sebagian pendapat bahwa Stonehenge melambangkan tempat observatorium kuno, walaupun berapa jauh penggunaan Stonehenge untuk tujuan tersebut dipertentangkan. Sebagian pendapat pula mengemukakan teori bahwa ia melambangkan farah besar (Artikel dari the Observer), komputer atau juga lokasi pendaratan makhluk asing.

Banyak perkiraan mengenai pencapaian mesin diperlukan untuk membangun Stonehenge. Mengandaikan bahwa batu biru ini dibawa dari Wales dengan tenaga manusia dan bukannya oleh gletser sebagaimana dugaan Aubrey Burl, pelbagai cara untuk memindahkannya dengan menggunakan tali dan kayu.

Pada 2001, suatu percobaan untuk mengalihkan satu batu besar sepanjang jalan darat dan laut yang mungkin dari Wales ke Stonehenge. Sukarelawan menariknya di atas luncur ( sledge ) kayu di daratan tetapi jika dipindahkan ke replika bot prasejarah, batu tersebut tenggelam diSelat Bristol.

Ukiran senjata pada sarsen adalah unik pada seni megalitikum di Kepulauan British ( British Isles ) di mana desain lebih abstrak, begitu juga batu berbentuk ladam kuda adalah luar biasa bagi kebudayaan yang mengatur batu dalam bentuk bundar.

Motif tersebut biasa bagi penduduk Brittany pada masa itu dan pada dua fase Stonehenge telah dibangun di bawah pengaruh�continental influence. Ini dapat menjelaskan pada satu tahap, tentang reka dan bentuk monumen, tetapi pada keseluruhannya, Stonehenge masih dapat dijelaskan dari segala konteks kebudayaan Eropa prasejarah.

Perkiraan mengenai tenaga manusia yang diperlukan untuk membangun pelbagai fase Stonehenge meletakkan jumlah keseluruhan yang terlibat atas berjuta jam manusia bekerja. Stonehenge I kemungkinan memerlukan sekitar 11.000 jam, Stonehenge II sekitar 360.000 dan pelbagai baian bagi Stonehenge III mungkin melibatkan sehingga 1.75 juta jam. Membentuk batu-batu ini diperkirakan memerlukan 20 juta jam manusia menggunakan perkakas primitif yang terdapat pada masa itu.

Mitos dan legenda

Batu Tumit ( The Heel Stone ) pada suatu masa dikenal sebagai Friar�s Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.

Sebagian pendapat mendakwa Tumit Friar ( �Friar�s Heel� ) adalah perubahan nama �Freya�s He-ol� atau �Freya Sul�, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi �laluan� dan �hari matahari� menurut turutan.

Sebuah argumen yang mengejutkan tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris.

Dari struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan batu-batuan dari wilayah Afrika.

Stonehenge juga dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika.

Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus menyusun bebatuan tersebut.

Sumber :�http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/02/monumen-stonehenge/

Orang Skotlandia menamainya Nimble Men. Di Denham dikenal sebagai Merry Dancers. Orang-orang kuno percaya bahwa mereka dapat melihat pasukan perang si dalam cahaya aurora.
Di belahan bumi Utara terutama Alaska, seringkali langit malam yang gelap tiba-tiba menjadi terang-benderang. Warnanya biasanya hijau, merah, biru atau lembayung. Orang-orang kuno menghubung-hubungkan munculnya fenomena alam itu dengan penyakit dan peperangan. Aurora berwarna merah terang pernah dianggap sebagai “kolam darah” para pejuang yang gugur dalam peperangan.  di North Country, Inggris, aurora dikenal sebagai “lembing terbakar”.  Sebelum revolusi perancis meletus, sebuah aurora muncul. Penduduk Skotlandia dan Inggris mengaku mendengar suara pertempuran dan melihat peperangan di angkasa. Pada tanggal 24 Februari 1716, berbarengan dengan kematian James Ratcliffe, Earl Derwentwater terakhir, muncul aurora berwarna merah terang dan bergerak cepat di langit. Sejak saat itu aurora itu dikenal sebagai “Cahaya Lord Derwenwater”.

Di masa lalu, aurora dipercaya dapat meramalkan cuaca, meskipun kebenarannya kadang-kadang berlawanan. Di Labrador, aurora merupakan pertanda cuaca yang baik, sedangkan di Greenland dianggap sebagai tanda datangnya angin selatan dan badai. Di Norwegia Utara, aurora sering dihubung-hubungkan dengan cuaca dingin.

Aurora adalah cahaya yang tercipta di udara. Cahayanya yang gemerlapan disebabkan oleh atom-atom dam molekul yang bertumbukan dengan partikel-partikel bermuatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari matahari.  Partikel-partikel tersebut terlempar dari matahari dengan kecepatan lebih dari 500 mil per detik dan terhisap medan magnet bumi di sekitar kutub Utara dan Selatan. Warna-warna yang dihasilkan disebabkan benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Misalnya, aurora hijau terbentuk oleh benturan partikel elektron dengan molekul nitrogen. Aurora merah terjadi akibat benturan antara partikel elektron dan atom oksigen.

Dewi Fajar

Nama aurora pertama kali dipakai oleh Pierre Gassend, seorang ilmuwan dari abad ke-17. Aurora sebenarnya nama dewi fajar Romawi kuno.  Sebenarnya ada dua jenis aurora. Aurora borealis terlihat di belahan bumi Utara, sedangkan Aurora australis terlihat di belahan bumi Selatan. Aurora sebenarnya bisa dijumpai di setiap bagian langit. Tetapi seringkali nampak terlalu pucat untuk terlihat dengan jelas kecuali di daerah-daerah di dekat Kutub Utara dan Selatan.

Istilah aurora borealis pertama kali digunakan oleh Galileo Galilei pada tahun 1619. Galilei sudah lama mempelajari cahaya-cahaya yang menakjubkan tersebut. Sayang sekali ia tidak dapat bekerja dengan leluasa. Saat itu, pihak Gereja Roma sangat membatasi ruang geraknya. Maklum, Galilei dianggap berseberangan dengan doktrin gereja yang sudah dianut selama ratusan tahun lamanya yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Galileo terpaksa menyamarkan tulisan-tulisannya dengan meminjam nama muridnya, Mario Guiducci. Tetapi pendapatnya tentang aurora masih kurang pas. Menurutnya, aurora disebabkan oleh pantulan sinar matahari pada lapisan atmosfer atas.

Aurora dapat terlihat hingga tengah malam. Pada saat itu, cahayanya terlihat turun. Beberapa saat kemudian, pita-pita cahaya yang melengkung muncul di atas cahaya, dan sinar mulai bergerak menuju bagian tengah langit. Cahaya ini semakin benderang. Pada intensitas penuh, aurora menutup seluruh angkasa seperti kelambu cahaya yang tertiup angin. Kadang-kadang cahaya ini muncul kurang dari jarak 500 mil di atas permukaan bumi dan kadang-kadang lebih dari 600 mil. Aurora terlihat paling terang saat terjadi  badai magnetik. Aura paling sering terlihat pada saat aktivitas titik matahari yang terbesar. Aurora borealis paling sering disaksikan di Fairbanks, Alaska, dan beberapa lokasi di Kanada Timur, Islandia dan Skandinavia Utara. Aurora australis paling jarang terlihat. Maklum, aurora ini biasanya justru terlihat terang di daerah yang jarang penduduknya. Aurora australis biasanya sering terlihat di Australia pada siklus 11 tahun aktivitas titik matahari. Titik-titik matahari maksimum berlangsung pada tahun 2000. Aurora Australis paling sering terlihat di Tasmania. Aurora ini pertama kali dikenal para ilmuwan Eropa pada abad ke-18, tetapi telah dikenal oleh kaum Aborigin dan Maori sejak tujuh ratus tahun yang lalu.

Selain lokasi, cuaca dan polusi cahaya juga mempengaruhi kualitas aurora. Di Alaska, waktu terbaik untuk melihat aurora adalah pada bulan-bulan Maret dan September hingga Oktober akhir. Saat itu langit dalam keadaan gelap dan cuacanya sangat cerah. Saat musim panas, langit malam tidak terlalu gelap. Sebaliknya pada musim dingin, udara menjadi terlalu dingin sehingga mengganggu kenyamanan orang-orang yang ingin mengamatinya.

Aurora muncul dalam berbagai bentuk yang berbeda. Penampakannya berubah-ubah tergantung pada panjangnya malam. Tahap paling indah adalah pada tengah malam. Aurora juga membentuk pita-pita  cahaya dengan berbagai warna, biasanya berwarna hijau, kuning, biru atau merah tua.

Menurut Syun Akasofu, bagian penting lainnya dari mekanisme aurora adalah “angin matahari”, yaitu sebuah aliran partikel yang keluar dari matahari. Akasofu dari Alaska Geophysical Institute, adalah orang yang sangat berperan dalam meneliti aurora. “Angin matahari menggerakkan sejumlah besar listrik di atmosfer (Sabuk Van Allen). Energi ini akan mempercepat partikel ke atmosfer bagian atas yang kemudian akan bertabrakkan dengan berbagai gas. Hasilnya adalah warna-warna di angkasa yang bergerak-gerak”, ucapnya. Tekanan listrik mengeluarkan molekul gas menjadi keadaan energi yang lebih tinggi, yang mengakibatkan lepasnya foton. Warna tergantung pada frekuensi tumbukkan antara partikel-partikel dan gas-gas. Mekanisme ini hampir sama dengan nyala lampu berpendar atau lampu neon.

Trio Norwegia

Penelitian aurora borealis dirintis oleh trio Norwegia, yaitu Lars Vegard, Kristian Birkeland dan Carl Stxrmer. Vegard adalah orang pertama yang memetakan warna aurora. Ia menggunakan spektrograf untuk mencatat panjang gelombang dan warna aurora. Menurut perhitungannya, warna hijau aurora mempunyai panjang gelombang 558 x 10E-9 m. Birkeland menyusun teori  yang menjelaskan fenomena aurora borealis pada  tahun 1896. Sebagian besar teorinya yang telah diuji di laboratorium tersebut, masih dipakai hingga sekarang. Birkeland dapat menciptakan aurora dengan membombardir bola logam yang mengandung elektromagnet (berperan sebagai bumi) dengan elektron  (berperan angin matahari). Ia juga menyusun serangkaian perhitungan teoritis.  Arus listrik di atmosfer kini dikenal sebagai arus Birkeland.

Stxrmer melanjutkan perhitungan teoritis Birkeland. Menurut Stxrmer, ada daerah seperti sabuk di sekeliling bumi dimana partikel-partikel akan saling memantul diantara kedua kutub. Beberapa tahun kemudian, daerah ini kemudian diukur dari satelit oleh ahli fisika Amerika bernama James Van Allan. Daerah ini kini dikenal sebagai sabuk Van Allen. Stxrmer juga meramalkan tinggi aurora borealis, yaitu sekitar 80-130 km, dengan cara membandingkan foto posisinya dengan bintang-bintang.

Mengganggu gelombang radio

Pengaruh proton-proton yang bertumbukkan dengan atom di atmosfer dapat mengganggu penerimaan radio, televisi dan telegram. Hal ini disebabkan karena saat titik-titik di atmosfer terganggu oleh proton dari matahari, atmosfer tidak lagi menahan sinyal dan memantulkannya ke bumi. Sinyal tersebut justru diteruskan ke luar angkasa. Akibatnya tidak ada sinyal yang diterima televisi, radio atau telegram. Partikel yang bermuatan dalam angin matahari, magnetometer dan ionosfer membawa aliran listrik berskala besar. Jika aliran ini berubah di dekat bumi, dapat menyebabkan kerusakan peralatan listrik.

Gangguan aurora pada kawat telegraf yang paling menakjubkan terjadi di Amerika Serikat. Sebuah aurora fantastis yang terjadi pada bulan September 1851, telah mengganggu seluruh saluran telegraf di New England dan memporak porandakan transaksi bisnis. Pada tanggal 19 Februari 1852, aurora lainnya tercatat dalam sejarah telekomunikasi.      Para ilmuwan percaya bahwa aurora mencerminkan apa yang terjadi di magnetosfer, yaitu daerah  yang partikel bermuatannya terperangkap oleh medan magnet bumi. Angin matahari menjepit magnetosfer di dekat bumi di siang hari, dan menyeretnya hingga jutaan kilometer pada malam hari.

Penelitian terkini yang melibatkan Spacelab di pesawat ulang-alik telah mempelajari pengaruh aurora. Aurora dapat juga dipotret oleh astronot pesawat ulang alik dan satelit. Satelit dapat memberikan gambaran aurora secara global. Dengan memotret dari angkasa luar, cahaya matahari yang menyilaukan tidak lagi menjadi masalah dan aurora dapat terlihat sama baiknya baik pada siang maupun malam hari.

Aurora hitam

Selain berwarna cerah, ada juga aurora hijau. Kimball, seorang sarjana yang mempelajari fisika angkasa di the Geophysical Institute, sempat merekam aurora langka ini dalam videonya. Aurora itu dilihatnya di Poker Flat Research Range di sebelah Utara Fairbanks, Alaska pada tahun 1970.

Aurora hitam sebenarnya sama sekali bukan aurora. Gejala ini nampak seperti aurora meskipun bukalah aktivitas aurora. Kimball dan dosen pembimbingnya Professor Emeritis Tom Hallinan melihat tiga jenis aurora hitam, yaitu gulungan hitam yang berbentuk seperti garpu yang nampak di depan aurora asli; cincin hitam yang kelihatan seperti cincin asap berwarna gelap di depan aurora asli yang lebih pucat. Yang terakhir adalah noda hitam yang melayang seperti amuba raksasa berwarna hitam.

Beberapa orang telah menyaksikan aurora hitam. Di Hallinan, kemunculan aurora ini dikenal sebagai “waktu coklat panas”. Biasanya berlangsung selama 20 menit hingga setengah  jam. Aurora hitam muncul secara langsung di atas Alaska selama aurora mulai memudar. Tidak seperti aurora asli, emisi aurora hitam lebih bermuatan positif. Aurora hitam jenis gulungan hitam berputar dengan arah yang berlawanan dengan putaran aurora asli dan kadang-kadang bergabung dengan beberapa gulungan aurora lainnya dan menghasilkan serangkaian lingkaran plasma angkasa yang dikenal sebagai Karman vortex streets. Maklum, namanya juga aspal (asli tapi palsu)!

http://bama_online.tripod.com/aurora.html

image

Yunani saat ini

image

Kekaisaran Athena

Athena mendominasi kota-negara Yunani pada abad ke-5 SM, juga memimpin kota-negara lainnya sebagai sekutunya. Rivalnya, Sparta, memimpin Konfederasi Sparta yang lebih kecil. Kedua pihak ini bertempur pada Perang Peloponnesia (431-404 SM), dan Athena kalah.

– Peradaban Yunani dianggap sebagai tonggak peradaban Barat
– Kota terkenal: Athena; kota kecil dengan penduduk 50.000 orang; ibukota dari Yunani
– Parthenon: kuil utama di Acropolis; kadang dianggap sebagai bangunan paling sempurna
– Parthenon: dulu punya patung dewa Athena, berlapis emas dan gading. Pernah menjadi gereja (abad 6 M), mesjid, lalu gudang amunisi.

Mengenali Bangunan Yunani Kuno
> Umumnya terdiri dari balok-balok yang ditumpu oleh kolom dan dinding. Banyak menggunakan garis-garis lurus, tidak ada busur atau kurva
> Komponen utama:
o Entablature; di dalamnya terdapat cornice, frieze, architrave
o Kolom; terdiri dari capital, shaft, base/dasar

KUIL

image

  • Kuil adalah bangunan paling penting di Yunani Kuil Poseidon Kuil Poseidon di Paestum, Italia, dibangunan pada pertengahan abad ke-5 SM. Kolom yang masif dan berjarak dekat adalah karakteristik dari gaya Doric.
  • Umumnya menghadap timur dan berbentuk persegi panjang, beberapa berbentuk melingkar
  • Selalu dibangun dengan lantai yang tinggi sehingga dibuat tangga
  • Pintu masuk utama selalu menghadap timur. Di bagian depan adalah portico, di sekeliling bangunan juga portico
  • Atap landai dibuat dari struktur kayu, penutup atap dari marmer tipis atau genteng terracota. Di fasade timur dan barat atap ditutup oleh pediment.
  • Sedikit jendela, cahaya umumnya masuk dari pintu dan skylight
  • Kuil dianggap sebagai ruang khusus/istimewa bagi dewa, hanya pendeta yang boleh masuk. Altar (tempat ritual diselenggarakan) selalu diletakkan di luar bangunan.
  • Umumnya terdiri dari dua ruangan. Yang kecil di bagian belakang sebagai tempat barang-barang persembahan bagi dewa. Ruang yang lebih besar (naos/cella) sebagai tempat patung dewa/dewi yang bersangkutan.

image

Denah tipikal kuil Yunani
Denah tipikal kuil Yunani sama untuk semua gaya (Doric, Ionic, dan lain-lain). Pada ruang pusat (cella, atau naos) terdapat patung dewa yang bersangkutan. Terdapat satu atau dua baris kolom yang mengelilingi cella. Pemujaan oleh umum dilakukan di luar kuil.
A = Antae (pilasters). Opisthodomos adalah teras palsu di belakang cella, sering dibuat untuk pencapaian konsep simetris pada kuil. Kadang ruang ini dibuat sebagai adytum (tempat harta). Pteroma adalah jalan samping antara barisan kolom (pteron) dan cella. Tanda X adalah tempat patung dewa.
Rumus umum untuk dimensi kolom pada sebuah kuil adalah n = 2d +1, dengan d adalah jumlah kolom di sis lebar, dan n adalah jumlah kolom di sis panjang kuil. Contohnya, kuil dengan lebar 6 kolom akan mempunyai 13 kolom di sisi panjang. Tapi pada prakteknya hal ini dapat bervariasi, tergantung dari faktor-faktor lain.

TEATER

image

Teater di Epidaurus, Yunani

Teater ini dirancang oleh Polyclitus Muda sekitar 350 SM. Mempunyai tempat duduk dari batu, sementara teater sebelumnya mempunyai tempat duduk dari kayu.

  • Umumnya merupakan teater terbuka dan dibuat dengan latar belakang bukit. Beberapa mencapai kapasitas tempat duduk 30.000; namun masih mkualitas visual dan akustik yang baik.
  • Bagian tengah disebut chorus/orchestra (“tempat menari”). Ruang bagi audiens berbentuk setengah lingkaran.
  • Di belakang chorus adalah panggung panjang dan di belakangnya bangunan/ruang ganti dan penyimpanan.
  • Barisan depan, dengan tempat duduk terbuat dari marmer, diperuntukkan bagi pendeta dan orang-orang penting.

KOLOM YUNANI

Ada tiga tipe atau gaya arsitektural (order) pada kolom Yunani: Doric, Ionic dan Corinthian. Perbedaan tiga tipe ini terlihat dari bentuk dan proporsi dasar (base), tubuh (shaft) dan kepala (capital) kolom.

image

Gaya Arsitektural Yunani
Yunani kuno mengembangkan tiga gaya utama arsitektural, atau order, yang menentukan fasade/tampak depan kuil. Gaya Doric adalah gaya yang tertua dan paling sederhana. Gaya Ionic dan Corinthian menambahkan dasar pada kolom dan mengembangkan tema yang lebih rumit dan indah pada puncak kolom. Entablature (bagian di atas kolom) juga berbeda pada tiap gaya.

DORIC

image image

  • Tipe yang paling masif/berat. Tidak mempunyai base/dasar, jadi badan kolom/shaft langsung diletakkan di atas dasar (pediment). Alur relief pada kolom ini berujung tajam
  • Architrave ada yang kosong, ada yang berukiran barisan segitiga.
  • Frieze juga didekorasi dengan ukiran-ukiran

IONIC

image image

  • Tipe ini lebih tinggi dan lebih langsing daripada Doric. Alur relief kolom tidak tajam.
  • Kadang-kadang shaft digantikan oleh patung figur wanita (caryatids).
  • Pada capital terdapat sepasang bentuk spiral, berbentuk mirip gulungan kertas
  • Architrave terdiri dari tiga bidang horisontal.
  • Frieze ada yang kosong, ada yang didekorasi
  • Cornice sering mempunyai dekorasi dengan barisan kotak kecil yang mirip susunan gigi dan disebut dental

CORINTHIAN

image image

  • Mirip dengan Ionic
  • Perbedaan utama terdapat pada capital, yang sangat lebih banyak dekorasi
  • Capital biasanya didekorasi oleh ukiran daun acanthus

Pada awalnya, gaya Corinthian digunakan sebagai kolom interior/ruang dalam. Namun, kemudian bangsa Yunani mulai memakai kolom Corinthian sebagai kolom eksterior, seperti pada Kuil Zeus Olympia, Athena (174 SM – 132 M).

http://atpic.wordpress.com

Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan dalam sains. Pandangan orang umumnya mengatakan bahwa matematika hanyalah penemuan manusia biasa. Sebaliknya, beberapa pemikir masa lalu – Pythagoras, Plato, Cusanus, Kepler, Leibnitz, Newton, Euler, Gauss, termasuk para revolusioner abad ke-20, Planck, Einstein dan Sommerffeld-yakin bahwa keberadaan angka dan bentuk geometris merupakan konsep alam semesta dan konsep yang bebas (independent). Galileo sendiri beranggapan bahwa matematika adalah bahasa Tuhan ketika menulis alam semesta.

Salah satu teka-teki lama yang belum sepenuhnya terpecahkan adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, …. dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang. Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya. Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberikan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan perhitungan
peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan karena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus. Fenomena inilah yang ditemukan ilmuwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan penciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima.

Para ilmuwan sudah lama percaya bahwa bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua makhluk (spesies) berintelegensia tinggi, sebagai komunikasi dasar antarmereka. Bahasa ini penuh misteri karena berhubungan dengan perencanaan universal kosmos.

Bilangan lain yang perlu diketahui adalah sisa dari bilangan prima, yakni bilangan komposit, kecuali angka 1, yaitu 4, 6, 8, 9,10,12,14,15, …. dan seterusnya. Dengan kata lain, bilangan komposit adalah bilangan yang terdiri dari minimal dua faktor prima.

Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam semesta terdapat “kode kosmos” atau yang disebut cosmic code based on this order, yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan sains lainnya yang berhubungan.

Baik penulis fiksi ilmiah, misalnya Dr. Carl Sagan dalam bukunya Contact, maupun para pemikir sains, seperti Galileo, Euclid, telah lama berpendapat bahwa bilangan prima adalah bilangan universal yang diyakini merupakan bahasa alam semesta, bilangan yang ada hubungannya dengan desain kosmos, dan dalam operasionalnya banyak dipakai manusia untuk security system – kodetifikasi – enkripsi. Termasuk kemungkinan untuk komunikasi interstellar, antargalaksi, dan komunikasi dengan ETI, Extra-Terrestrial Intelligent.

Pesan berkode dari Frank Drake, penemu kriptogram, dikirimkan kepada para ilmuwan dalam upaya mengatasi kesulitan menemukan arti sinyal artificial extraterrestrial (datang dari luar angkasa, tidak dikenal). Pesan tersebut terdiri dari 1271 garis (1271 adalah bilangan prima) angka 1 dan nol (atau bit). Kunci kode dikenali karena 1271 adalah hasil kali dua bilangan prima 31 dan 41, sehingga informasi dapat diperlihatkan dengan 41 garis dengan 31 bit tiap garis atau 31 garis dengan 41 bit tiap garis. Kemungkinan pertama tidak berarti, tetapi kemungkinan kedua mempunyai gambaran yang lebih berarti. Bernard Oliver salah satu penerima sinyal dari Frank Drake, sesama
ilmuwan, dapat memecahkan kode tersebut. Di mana kemungkinan ini memberikan prospek komunikasi antara makhluk-makhluk di alam semesta dengan spesies yang sama, bahasa yang sama. Kriptogram Frank Drake dapat memecahkan kesulitan komunikasi antargalaksi dengan makhluk berinteligensia tinggi lainnya atau ETI, Extra-Terrestrial Intelligent.

Faktanya, para astronom dan ilmuwan matematika memang percaya bahwa bilangan biner dan bilangan prima adalah dasar dari komunikasi di alam semesta.
Bilangan prima dalam matematika diyakini merupakan salah satu misteri alam semesta, karena hingga era komputer sekarang ini pun, ia banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi (pengkodean, penyandian) berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, ia “diduga” menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua makhluk berkecerdasan tinggi dan dipakai sebagai komunikasi dasar antar mereka. Bahkan sejak dahulu, sebagian ilmuwan meyakini adanya hubungan erat bilangan prima dengan desain kosmos.